Tukang Cukur Madura (Foto: Jaringnews.com)
Suku Madura sudah sangat terkenal dengan predikat perantau, meskipun
tidak semua orang Madura melakukannya, kebanyakan alasan dari mereka
merantau selain untuk pendidikan adalah untuk memperbaiki kondisi
ekonomi mereka, hal ini dilakukan karena di Madura sendiri perkembangan
yang cukup lamban dalam pembangunan ekonomi, mulai dari keterbatasan
modal, tidak meratanya pendidikan dan hasil pertanian yang hanya cukup
untuk dimakan saja, orang Madura dikenal cukup ulet dalam perantauan,
baik sebagai tenaga kerja ataupun usaha mandiri di perantauan,
pekerjaan-pekerjaan mereka pun terbilang cukup unik dalam perantauan,
meskipun bagi sebagian orang pekerjaan itu dipandang pekerjaan rendahan,
tapi justru disitu keuletan orang Madura, mereka membaca peluang yang
bagi orang lain itu adalah pekerjaan yang tidak layak untuk digarap atau
dikerjakan, dari hal-hal begitulah orang Madura mengais rupiah, tidak
jarang dari mereka diperantauan terbilang sukses dari segi ekonomi,
dengan begitu mereka dapat menyekolahkan anak-anaknya sampai ke
perguruan tinggi, membangun rumah di kampung, membeli tanah sebagai
wujud investasi dan bahkan mereka tidak lupa berbagi dengan orang-orang
yang belum mampu, biasanya ketika mereka sudah mulai sukses di
perantauan maka mereka akan membawa sanak saudara ataupun tetangga untuk
ikut serta dalam pekerjaan dan bisnisnya, mekipun orang Madura dikenal
berwatak keras, mereka cenderung sopan di perantauan selama mereka tidak
diusik, dan satu lagi, orang Madura tingkat solidaritasnya sangat
tinggi di perantauan sesama dari suyku Madura, hal yang kemudian menarik
bagi saya untuk ditelisik meskipun mungkin tidak berdasarkan penelitian
dengan angka-angka statistik adalah beberapa pekerjaan yang paling
banyak ditekuni oleh orang Madura diperantauan.
- TKI (Tenaga Kerja Indonesia)
Mungkin profesi inilah yang paling banyak ditekuni oleh sebagian
orang Madura, karena tergiur dengan upah yang ditawarkan profesi ini
sering sekali jadi alternatif bagi masyarakat Madura baik yg masih muda
taupun mereka yang bahkan sudah berkeluarga, tidak jarang dari mereka
untuk menjadi TKI atau TKW meminjam uang kepada sanak family sebagai
modal awal untuk mengurus paspor dan visa, yang nantinya akan dibayar
setelah mereka bekerja, adapun Negara-negara yang menjadi tujuan antara
lain Arab Saudi, Malaysia, Brunei Darussalam, Korea dan beberapa Negara
lainnya, mereka akan bertahan disana dengan bekerja sebagai buruh kasar,
seperti buruh bangunan, pembantu rumah tangga dan lain sebagainya hanya
untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan menyekolahkan anak-anaknya.
- Pemulung dan Pengepul Barang Bekas
Bagi sebagian orang ini bahkan bukan profesi terburuk yg mereka
pikirkan, tapi bagi orang Madura ini adalah peluang, dimana mereka tidak
harus mengeluarkan modal besar atau bahkan tanpa modal sama sekali,
berawal dari sebagai pemulung barang-barang bekas yang masih laku dijual
kembali atau didaur ulang seperti kertas, plastik, dan besi bekas
(meliputi, besi, kuningan, timah, dan tembaga) mereka akan berangsur
memperbaiki kondisi ekonomi, setelah cukup modal mereka akan menjadi
pengepul, bahkan tidak jarang mereka akan ikut lelang besi-besi bekas
pabrik, industri sampai ke bangkai kapal yang tidak lagi dipakai, banyak
sekali orang Madura yang sukses sebagi pengusaha barang bekas terutama
besi tua, bahkan tetangga saya sudah bisa naik haji tiap tahun, dan
zakatnya dalam 1 tahun tidak kurang dari 200jt dari hasil menjadi
pengusaha besi tua. Orang Madura sangat terkenal denga menafsirkan harga
besi tua bahkan sampai ada yang bilang ke saya “kalo orang Madura itu
bisa menafsirkan harga besi kapal yang lagi karam dan tidak Nampak
dipermukaan” pengusaha-pengusaha barang bekas ini tersebar mulai dari
Jakarta, Surabaya bahkan sampai ke Pulau Kalimantan.
- Penjual Sate
Sate yang merupakan makanan khas Madura menjadi ladang bisnis yang
menjanjikan rupiah yang tidak sedikit, dan ketika ingat sate maka yang
terlintas pertama dipikiran kita adalah sate Madura selain sate padang
mungkin, hampir diseluruh Indonesia sate tidak terlalu susah untuk
ditemui, mulai dari yang menjajakan satenya dengan gerobak, yang
berjualan di pinggir jalan sampai ke warung sate yang cukup besar,
profesi ini banyak juga dipilih orang Madura di perantauan.
- Tukang Cukur Rambut
Profesi ini cukup unik ditengah gempuran salon-salon professional,
namun orang Madura sekali lagi jeli dalam membaca peluang, pasar yang
disasar adalah menengah kebawah dengan harga yang terjangkau mulai dari
Rp. 7000 – Rp. 15.000 namun pelayanan yang diberikan tidak kalah dengan
salon-salon modern, setiap kali anda bercukur di pangkas rambut Madura
setelah selesai dicukur anda akan dipijat mulai dari sekitar bahu, leher
sampai ke kepala, dan tidak sedikit yang ketagihan dengan pijatan
enaknya ini :D, profesi ini ditekuni orang Madura terutama dari
kabupaten Bangkalan, tepatnya orang-orang dari kecamatan Socah.
Penyebarannya pun terbilang luas mulai dari kota-kota besar sampai
kepenjuru Papua.
- Pelaut
Mungkin terinspirasi dari lagu “Nenek Moyangku Seorang Pelaut” dan
dengan kondisi geografis pulau Madura yang dikelilingi laut profesi ini
jadi pilihan beberapa pemuda Madura, meskipun profesi ini membutuhkan
modal awal yang cukup besar, dalam pendidikannya, sertifikasinya dll
namun profesi ini cukup jadi favorit dengan gaji yang lumayan besar,
mulai dari kapal-kapal lokal, sampai kapal-kapal yang berlayar
internasional, mulai dari kapal penumpang, tanker, kapal cargo maupun
kapal ikan yang menjadi pilihan, kebanyakan yang memilih profesi ini
pemuda-pemuda dari kabupaten Bangkalan, meliputi beberapa kecamatan,
mulai dari socah, arosbaya, klampis dan sepulu.
- Pedagang Asongan dan Warung Makan
Selain berjualan sate orang Madura yang diperantauan juga memilih
menjadi pedagang asongan seperti rokok, kopi di tempat-tempat umum,
mulai dari pelabuihan, terminal, stasiun sampai ke tempat-tempat wisata,
selain menjadi pedagang asongan bagi orang Madura yang punya cukup
modal biasanya mereka akan membuka warung makan, makanan yang dijualpun
variatif mulai dari bubur kacang hijau, nasi jagung, sampai ke Nasi
Bebek, kerap sekali warung-warung orang Madura ramai dikunjungi pemburu
kuliner atau karyawan yang hanya sekedar makan, pasalnya masakan orang
Madura yang cenderung berani dalam membubuhkan bumbu sehingga
menghasilkan makanan yang lezat.
Sejauh pengamatan saya meskipun tidak diprosentasekan dalam angka,
itulah profesi-profesi orang Madura di perantauan, tidak dapat
dipungkiri masih banyak profesi yang tidak disebutkan diatas, karena
selain orang Madura memang punya profesi-profesi yang terbilang unik
orang Madura juga kerap berimprovisasi dengan kondisi tempat mereka
merantau, misal saja bagi orang Madura yang berada di pulau Kalimantan
dan Papaua mereka ada yang memilih profesi sebagai pedagang kayu olahan,
mengelola perkebunan dan pertanian, bagaimanapun saya bangga terlahir
sebagai Madura, meskipun beberapa orang memandang sebelah mata, dan
menganggap orang Madura primitif, keras dan sebagainya, “Aku adalah
Darah Madura dan Aku adalah Indonesia”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar