Bulan Ramadhan telah tiba kembali. Alhamdulillah, umur kita masih dipanjangkan oleh Allah sehingga bisa menikmati bulan penuh berkah ini.
Apa yang berubah dari tradisi di bulan ini di Madura? Tentu banyak.
Namun, pada hal-hal tertentu masih seperti yang sudah-sudah. Misalnya
soal nyare malem
atau ngabuburit. Tradisi ini masih tetap dilestarikan hingga sekarang.
Ada pula bagi-bagi takjil, menyulut petasan, main layangan dan
sebagainya. Hal-hal seperti itu dilakukan untuk menyambut
berkumandangnya bedug maghrib. Mungkin sebagai pengalihan dari letih dan
lapar. Mungkin pula sebagai relaksasi.
Kalau Pemilihan Presiden (Pilpres)? Nah, ini yang membedakannya dari
Ramadhan tahun kemarin. Hiruk-pikuk Pilpres tentu saja membawa warna
baru dalam kehidupan masyarakat Madura, utamanya pada bulan Ramadhan
kali ini. Fenomena Pemilihan Legislatif (pileg) maupun Pilpres memang
menarik karena ada saja hal-hal baru menyangkut tren, budaya, maupun
kelucuan-kelucuan yang ditimbulkannya. Insya Allah saya akan menuliskannya dalam kesempatan yang lain.
Oya, tradisi yang juga masih lestari di bulan suci ini adalah
tong-tong. Tong-tong merupakan alat bebunyian yang biasanya dibuat dari
bambu dengan melubangi bagian sampingnya. Ada pula yang membikinnya dari
batok siwalan yang sudah tua. Musik tradisional ini biasanya dibunyikan
ketika menjelang sahur. Beberapa warga akan berkeliling melewati
jalan-jalan desa sambil memukul tong-tong untuk membangunkan warga agar
tidak telat sahur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar